Home » Sebuah Puisi : Nyanyian Sepi
Sastra

Sebuah Puisi : Nyanyian Sepi

Nyanyian Sepi



Waktu terus berlari
Betapa lekas siang menepi
Memberi ruang pada sepi tuk bernyanyi
Lagukan lara dengan rintih yang perih


Sementara harapan hanya mampu menjemput resah
Mengunyah sisa-sisa mimpi yang hampir punah
Pada sudut-sudut waktu yang sekarat
Dan tak kunjung usai diterpa badai


Wahai jiwa….
Bersabarlah,
Biarkan kulipat dulu sisa-sisa kepedihan itu
Yang terbentang dalam pengembaraan yang panjang
Sampai ketika pintu-pintu dan jendela tak terbuka lagi
Untuknya…

Lumpo, 23 Maret 2020

SRJ

Related posts

Pupus

bandamaster

Polemik Hati

Afrizal

Puisi Titi Fitri

bandamaster