Home » Maubek Pasie, Tolak Balanya Masyarakat Pesisir Pantai Surantih
Sutera unik

Maubek Pasie, Tolak Balanya Masyarakat Pesisir Pantai Surantih

Maubek Pasie, Tolak Balanya Masyarakat Pesisir Pantai Surantih

Kegiatan Maubek Pasie. Foto: Buku “Alam Sati Nagari Surantih”



Di Surantih, bukan hanya orang yang diobati akan tetapi juga Pantai atau “pasie”.  Mengobati Pantai ini sering juga disebut dengan “Maubek Pasie”.

Maubek pasie dilaksanakan oleh masyarakat yang berada di daerah pasie atau pesisiran pantai.

Baca juga: Alek Asak Duduak, Alek Gadangnya Masyarakat Surantih


Maubek pasie biasanya dilaksanakan pada bulan maulud dengan bersama-sama unsur masyarakat selama 3 hari berturut-turut.

Hari pertama dan kedua, berjalan sepanjang pantai di sore hari membacakan atik. Dalam “Alam Sati Nagari Surantih”, Atik adalah salawat dan doa selamatan secara bersama-sama. Upacara ini dilakukan dengan cara berjalan dari batas kampung ke arah muara sungai secara bergiliran oleh penduduk kampung setempat.

Baca juga: Dilarang Puti Reno Kapeh, Sutan Pamenan Tetap Saja Menyabung Ayam dengan Bujang Jibun


Biasanya setiap penduduk membawa parasan (sesajian makanan) yang dibawa secara berombongan ke muara yang dipimpin oleh pemuka agama.



Pada hari ketiga, di pagi harinya dilaksanakan acara pemotongan. Biasanya memotong kerbau atau yang lainnya. Ini pertanda bahwa anak nagari memohon pada Yang Maha Kuasa secara ikhlas. Dengan menuruti aturan-aturan /pantangan yang telah ditentukan, seperti; dilarang melaut/ke sawah dan ke ladang selama 3 hari, gotong royong membersihkan pantai. Biasanya daging kerbau yang telah disembelih dibagi-bagikan pada masyarakat dan pemuka masyarakat.

Baca juga: Tempat-Tempat Mistis yang Ada di Surantih


Disore harinya barulah dilaksanakan hajatan besar dengan membaca doa-doa bersama, seluruh masyarakat membawa makanan bajamba. Upacara ini dihadiri oleh seluruh masyarakat, perantau dan undangan.

Makan Bajambah usai kegiatan Maubek Pasie.



Kegiatan ini hampir mirip dengan “Tukak Bala” karena pada umumnya maubek pasie dan tolak bala pada dasarnya adalah sama. Maubek pasie atau tolak bala merupakan suatu tradisi dalam kehidupan masyarakat Surantih berupa upacara yang menandakan niat pengharapan kepada Tuhan agar diberikan perlindungan dari mana bahaya dan dilimpahkan rezki pada
anak nagari.

Baca juga: Ini Mantra Untuk Mengobati Orang yang “Tasapo” di Surantih


Namun dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan antara tolak bala dengan maubek pasiek. Tolak bala biasanya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal ke arah mudik yang umumnya merupakan petani dan peladang. Sedangkan maubek pasiek dilaksanakan oleh masyarakat yang berada di daerah pasie atau pesisiran pantai. Namun demikian, pada dasarnya hakekat dan proses upacara ini adalah sama.

Tetapi, beberapa tahun terakhir, upacara Maubek pasie sudah tidak lagi dilaksanakan. 

Related posts

MTI Ashabul Kahfi Rawang Membuka Pendaftaran Murid Baru

Afrizal

Efektivitas PPKM Mikro di Kelurahan Perlu Ditingkatkan

Riri Tri Utami

Alek Asak Duduak, Alek Gadangnya Masyarakat Surantih

Afrizal