Home » Sebuah Puisi: Ku Sitir
Sastra

Sebuah Puisi: Ku Sitir

Ku Sitir

Bilamana embusan badai menggempita lelap sang surya
Bintang senja mengabari hadirnya
Dalam bahagia bulan menjelma purnama
Reranting tua menari ria tanpa banyak kata-kata.

Bantal tua
Kasur bersemikan bunga belia
Selimut aromakan jingga
Tumpuan lelaki separoh senja.

Malam ini, ku sitir harapku dalam do’a
Harap lekas berlalu tanpa rasa
Moga-moga hilang rindu nan menyiksa
Nyatanya rindu ini tetap sedia kala.

Alam guru nan abadi tanpa jasa
Mengajari bahwa takdir illahi
Akan bersua gerangan gendala
Menghadang seperti fajar dan senja.

Ilham Kurnia, lahir di Inderapura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum Universitas Tamansiswa Padang. 

Related posts

Angin Kenangan

Afrizal

Pematah

bandamaster

Polemik Hati

Afrizal