Home » Mencegah Coronavirus, Pemuda-Pemudi Air Terjun Lansano Membagikan Masker, Santunan, dan Galon untuk Cuci tangan
Berita

Mencegah Coronavirus, Pemuda-Pemudi Air Terjun Lansano Membagikan Masker, Santunan, dan Galon untuk Cuci tangan

Pemuda Ayie Tajun, Lansano

Sebagai respon terhadap persebaran virus korona yang melanda, Pemuda-pemudi Masjid Darul Ihsan Air Terjun Lansano akan melakukan gerakan sosial berupa pembagian masker di kawasan Air Terjun Lansano. Kawasan Air Terjun Lansano sendiri merupakan wilayah dengan batas historis, yang sebagian wilayahnya ada di Nagari Lansano-Taratak dan sebagian lainnya berada di kawasan Nagari Pasar Taratak.

Dari target 1000 masker yang direncanakan terkumpul sekitar 1.100 masker. Rencananya akan dibagikan secara langsung oleh perwakilan pemuda-pemudi ke rumah warga pada kamis 21 Mei 2020 selepas shalat zuhur, dengan titik kumpul Masjid Darul Ihsan.

masker untuk masyarakat

“Alhamdulillah, dana yang masuk ternyata melebihi target sehingga kami bisa menambah jumlah masker yang terkumpul. Sisa anggaran bisa kami alihkan untuk donasi yang lain,” demikian penjelasan Yusmalinda yang menjadi bendahara dari pengumpulan donasi ini.

Penggalangan dana melibatkan beragam elemen masyarakat, baik para pemuda-pemudi di Kampung maupun yang di perantauan. Sejumlah masyarakat dari luar pun turut berpartisipasi memberi bantuan dan donasi, termasuk Wali Nagari Lansano sendiri, Nopen Hendri.

“Kami senang atas partisipasi dari sepluruh lapisan masyarakat, baik yang di kampung maupun yang dari luar termasuk donatur dari luar kawasan. Ini menunjukkan perhatian yang besar kita terhadap dampak Covid-19 sekaligus semangat kebersamaan yang ditunjukan oleh saudara-saudara kita. Semangat ini membuat kami bekerja lebih keras lagi untuk mensosialisasikannya nanti di lapangan. Dalam hal ini kita harus saling mendukung dan bahu-membahu,” ujar Mugil Jendri salah satu koordinator lapangan kegiatan ini.

Dari hasil donasi, total anggaran yang terkumpul  senilai 7.050.000
 “Mengingat ini mendekati lebaran, dana yang tersedia sesuai hasil koordinasi bersama akan kami gunakan untuk santunan. Ini menjadi langkah awal para pemuda-pemudi terlibat langsung dengan masyarakatnya.” Hal tersebut disampaikan oleh Rikal Sikumbang  salah satu pemuda Nagari Pasar taratak yang juga terlibat di kegiatan ini.

“Kami menyiapkan sekitar 45-50 amplop bagi anak yatim, dan yang kami rasa layak mendapatkan santunan. Masing-masing mendapatkan santunan senilai 50.000/orang. Kami beberapa kali melakukan pendataan dan membicarakannya di group whatapp supaya tidak ada yang terlewat dan bisa merata. Bukan nilainya, tapi apa yang mengikat kita bersama: cinta,” lanjutnya.
Selain pembagian masker dan santunan, mereka juga menyiapkan tempat dan sabun untuk mencuci tangan yang akan mereka siapkan di komplek Masjid Darul Ihsan. “Karena dalam beberapa hari lagi kita akan melaksanakan shalat Idul Fitri, panitia juga berencana menyiapkan galon air dan sabun untuk jamaah Masjid. Karena saat itu masa paling rawan, karena akan banyak orang berkumpul, melebihi jamaah shalat tarawih,” Mugil kembali merinci penggunaan anggaran. “Satu untuk jemaah laki-laki, satu galon lagi untuk jemaah perempuan.”

“Ini sebagai langkah strategis dan ajakan bagi masyakarat untuk menggunakan standar hidup sehat sebagai antisipasi persebaran coronavirus” lanjutnya.
Para perantau dari Air terjun Lansano juga sangat senang dengan ide pembagian masker dan sosialisasi pemutusan mata rantai persebaran virus korona. Nasrul misalnya, Polisi yang berugas di Medan ini dibuat kagum dengan cepatnya respon para pemuda-pemudi nagari begitu usulan pembagian masker ini dilontarkan.
“Kami juga tidak menyangka respon masyakarat sebesar ini, terbukti dari jumlah dana yang terkumpul dan para donatur yang terlibat di dalamnya. Luar biasa.  Kami senang sekali dan sangat berterima kasih. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan kontribusi bagi Nagari,” lanjutnya.

“Sebagai obat kangen bagi kami yang tidak bisa pulang kampung sekaligus bentuk perhatian kami pada kampung halaman,” Yen Syafriman yang berdomisili di Jakarta menambahkan terkait antusiasnya dalam gerakan ini. Hal tersebut juga disepakati Marsal yang tinggal di Batam. “Pengganti lelang kue,” kata Marsal.

Mereka berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja. Setelah Nagari Koto Taratak dan Lansano, serta kegiatan yang sama dilakukan Mahasiswa Sutera yang tergabung dalam Pesan Sutera. Kita menunggu kegiatan serupa juga terjadi di nagari lain. Baik itu sebagai aksi langsung masyakarat maupun yang diinisiasi oleh perangkat nagari dan pejabat setingkat kecamatan maupun kolaborasi keduanya.

Pembatasan wilayah ini terpaksa dilakukan mengingat waktu dan perkiraan hasil dana yang terkumpul. “Kami inginnya seluruh Nagari bisa terwadahi, Cuma kami khawatir nanti tidak bisa merata. Dengan membuat batas spesifik semacam ini kami berharap pembagian bisa lebih maksimal,” ujar Meksi Rahma Nesti yang disepakati Virgo Vicnori yang sama-sama menjadi pelaksana lapangan.

 Harapannya sosialisasi penganggulangan korona bisa merata ke seluruh masyarakat yang ada di kecamatan Sutera khususnya, dan Nagari-nagari lain di Kabupaten pesisir Selatan pada umumnya. Terutama untuk nagari yang berada di jalan raya dan tak lama lagi kita menyambut idul fitri juga.

Adapun Adnan Chaniago dan H Syamsu anwar sebagai salah satu perwakilan warga Taratak di luar daerah mengaku senang dan bangga atas inisiasi yang dilakukan oleh Pemuda-pemudi air Terjun Lansano.  Gerakan yang sudah dilakukan Nagari Koto taratak mendapat respon yang baik dari Masyarakat Air Terjun. Harapannya kegiatan postif ini tidak berhenti di satu-dua nagari saja tetapi bisa memberikan energi untuk nagari lain melakukan aksi sejenis dan target yang jauh lebih besar. Hal ini tentu mampu memberi dampak postif bagi Nagari dan semangat kebersamaan yang bisa terus hidup dan terjaga di tengah kondisi sulit sekalipun. (Indrian Koto)

Related posts

Bupati Pessel Rusma Yul Anwar Minta PSDA Rumuskan Solusi Banjir di Tapan

Afrizal

Rumah Baca Bakal Berdiri di Linggo Sari Baganti

Afrizal

Pemko Sawahlunto ‘Titipkan’ Usulan ke Lisda Hendrajoni, dari Gelar Pahlawan Nasional Untuk Adinegoro sampai Peningkatan Predikat Kota Layak Anak

Afrizal