Home » Kumpulan Puisi Ketum Impplisba
Sastra

Kumpulan Puisi Ketum Impplisba




Ambil Manis jangan Hancurkan sarangnya 

Sekian lama pandemi
Banyak ibrah yang perlu kita benahi
Melukiskan hobimu dengan telaten
Menggariskan penamu dengan dengan baik

Sekian lama pandemi
Banyak buku yang perlu engkau pelajari
Sembahri menunggu beduk berbunyi
 Bertambah wawasan juga pikiran tambah jernih

Sekian lama pandemi
Pemerintah semakin hari semakin ketat sekali
Masyarakat tak ada makanan yang akan dinikmati
Beras habis kantongpun tak berisi

Sekian lama pandemi
Pemerintah semakin hari semakin validasi
Masyarakat disuruh berdiam di rumah
Tanpa memberi solusi yang pasti

Sekian lama pandemi
Banyak soal kehidupan engkau ketahui
Perlu engkau sikapi dengan  gagah berani
Ghirahmu harus tetap berapi_api

Masakan Ibu Nikmatnya Tiada Tara

Berjejeran burung kuntul di sawah
Sapi dan kerbau bergembira ria
Mereka hinggap di atas punggungnya
Bercengkrama bersama memberantas hama

Mendaki bukit gunung suala
Merambah semak belukar rerumputan menjalar
Oh tuan puan kami harus bekerja keluar rumah
Mencari nafkah untuk berbuka

Hujan begitu deras dengan badai sore ini
Ku beli sayuran segar dan bersih
Untuk tambah nutrisi gizi jasmani
Tak lupa marmutku yang telah dikandangi
Agar beranak Pinak manjadi

Lelah ibuku memasak sore ini
Memasak menu berbuka untuk anak tercinta
Aku request bakwan dan sate kuah
Semoga lelah ibu menjadi Lillah

 Jeritan Pak Tua

Sekian lama di rumah
Banyak risau dan kecewa
Masyarakat mengeluh tidak bisa bekerja
Makan berbuka dengan apa ?
Makan sahur dengan apa?
Oh sungguh kelaparan melanda

Terkapar pak tua di pinggir kota
Mencari nafkah buat keluarga
Prasangka masyarakat Corona
Ternyata kelaparan melilit perutnya
Oh sungguh kelaparan merajalela

Tahap bertahap upaya pemerintah
Kami berharap bantuan secepatnya
Aturan kerja kami patuh di rumah
Bantuan tak datang kami makan apa?

Masih ramai di jalan raya
Mobil motor lalu lalang saja
Kurang efektif psbb rasanya
Masyarakat banyak keluar rumah
Tak kerja kami mau makan apa?

Luka Paling Dalam

Sudut kota mengisahkan
Goresan_goresan tanpa luka
Membohongi semua manusia
Goresan tinta sangat bermakna

Angin berhembus waktu senja
Merintih bunga kesakitan berjatuhan
Menahan amarah amat berharga
Ucapan maaf bila bersalah

Luka yang kau goreskan sangat dalam
Melapuk pelapa beserta daunnya
Bersedih akan kejahilan manusia
Waktu berputar pintu taubat masih terbuka

Sebagai hamba Allah yang sempurna
Luka paling dalam jadikan cambuk untuk berubah
Jangan pernah tertipu daya dunia yang fana
Karena air jernih sekali datangnya

Jangan Bergantung Kepada Selain Allah

Kokohkan tanganmu berpegang teguh kepadaya
Kuatkan Azzammu selalu kapan saja
Hidup akan indah pada waktunya
Selagi jalan bersama dalam ketaatan kepadanya

Bersikaplah sabar kepada sesama
Bersikaplah secara Ahsan kepada manusia
Kelembutanmu akan dirasakan olehnya
Setelah nyawa telah tiada

Luruskan niatmu kepadanya
Tunjukilah jalan kebaikan kepada setiap manusia
Karena kita tidak tau kapan akan dibawa
Amal mana yang akan diterima sang pencipta

Perpisahan

Rasa haru mendalam pada setiap manusia
Bulan mulia pergi meninggalkan manusia
Sedang nikmatnya kita bersamanya
Pergi begitu saja meninggalkan kita

Sedih sungguh sedih sekali
Yang dicintai telah berpisah
Sebulan lamanya bersatu padu
Sebelas bulan kedepan kesungguhan hati
Melawan kemaksiatan dan  hawa nafsu

Setiap helaan nafas yang kita gunakan
Setiap tangan yang kita ayunkan
Setiap udara yang kita hirup
Setiap langkah kaki yang kita langkahkan
Tentu, ada hari pertanggungjawaban

Sungguh banyak pelajaran berharga kita dapatkan
Mengerti akan ketetapan yang ditetapkan Tuhan
Bersungguh-sungguh mengikat janji dengan Tuhan
Mengevaluasi diri disetiap perbuatan
Tak luput, menghukum diri disetiap kesalahan.

Tersenyumlah Kakak

Kakak…
Begitu cepat waktu berlalu
Siang aku bersamamu
Malam sudah ngantuk kembali mataku
Pagiku bangun kembali sahur bersamamu

Kakak…
Tidak terasa sudah 12 hari berlalu
Bulan penuh berkah dan ampunan
Tersenyumlah selalu kakak
Tuhan bersama orang_orang yang beriman

Kakak…
Bulan berganti tahun berubah
Tanggal ikut dengan arusnya
Bimbinglah aku selalu bersama
Sukses bersama bahagiakan Ayah Bunda

Related posts

Hujan di Akhir Januari

Afrizal

Serumpun Puisi di Bulan Ramadhan oleh Apriwanto

Afrizal

Merayakan Hari Balai, Mencintai Kumandang Pasar

Afrizal