Home » Nasrul Abit Adalah Korban Politik Andre Rosiade
Opini

Nasrul Abit Adalah Korban Politik Andre Rosiade

Riswan Ahong 
Pegiat Organisasi Anak Muda
Ilustrasi
Kedatangannya ke Sumatera Barat langsung menggemparkan. Tokoh senior, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit (NA), pun harus parkir. Andre Rosiade membawa mandat dari Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi nahkoda partai di Sumatera Barat.

Wagub Nasrul Abit pun tidak berdaya. Mantan Bupati kita di Pesisir Selatan ini harus menonton kursi kantornya diambil alih. Padahal, partai itu besar di Sumbar tidak lepas dari kerja keras dan keringat Pak NA. Beliau sudah berdarah-darah membangun dan merangkul orang-orang terbaik mengisi kepengurusan partai.

Nasrul Abit yang harusnya dapat mencalonkan diri tanpa berkoalisi terpaksa berkeliling mencari tumpangan perahu. Yang tadinya, dia adem ayem jadi kandidat terkuat. Setelah dicopot dari Ketua Gerindra Sumbar, Pak NA langsung daftar ke Partai Golkar.

Kemudian, pecah isu Andre bilang Gubernur Sumbar hanya sibuk jalan-jalan ke luar negeri. Andre pun ingin menginterpelasi Gubernur Sumbar.  Pak NA adalah pendamping Pak Gubernur. Kalau Gubernur tidak bisa menjamin kesejahteraan rakyat, berarti Pak Wagub menjadi bagian dari kegagalan itu. Waktu itu, tampak raut kecewa di wajah Pak NA menanggapi isu ketidakbecusan Gubernur.  Keberadaannya sudah tidak seperti dulu lagi jajaran teras Gerindra.

Sekarang, Fraksi Gerindra…

Sekarang, Fraksi Gerindra lagi-lagi menghantam Pemerintah Provinsi soal penghentian Bantuan Langsung Tunai (BLT). Rakyat butuh memang bantuan itu sekarang, namun kas Pemprov sudah tidak bisa membantu. Dalam situasi sulit, Gerindra sebagai partai pemenang pemilu tidak lebih dari tukang sorak saja. Mereka punya Wagub dan Ketua DPRD, masak tidak bisa menyampaikan masukan yang bisa dikerjakan oleh Gubernur. Pak NA makin merosot lagi, namanya makin tenggelam bersama kegagalan Pak Gubernur yang disematkan oleh Gerindra.

Makin Gerindra Sumbar dan Andre Rosiade beraksi, Pak NA makin terjepit. Makin tidak ada cerita keberhasilan yang bisa dijual oleh Pak Wagub karena namanya hanyut bersama puing-puing kegagalan Gubernur. Pak NA pun jadi objek pelengkap penderita saja.

Related posts

Mengenal Jenis Perang ala Bapak Republik

Afrizal

Pentingnya Pendidikan Politik

Afrizal

Kapankah Wabah Corona ini Berakhir?

bandamaster